HOME

Tampilkan postingan dengan label Khotbah Berkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah Berkat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

Rahasia Untuk Hidup Yang Selalu Berhasil

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mazmur 1:1-3

Rahasia Untuk Hidup Yang Selalu BerhasilKita dapat melihat perbedaan yang jelas keadaan pohon-pohon dan segala macam tumbuhan maupun tanaman pada saat musim hujan dan musim kemarau. Hampir semua pohon akan tumbuh dengan suburnya pada saat musim hujan, karena mereka mendapatkan suplai air yang cukup bahkan berlebih.
Rumput-rumput akan tumbuh dengan lebatnya sehingga kita dapat melihat hamparan padang rumput yang begitu hijaunya. Para petani akan senang sekali karena mereka dapat mengairi sawahnya atau kebunnya, sehingga tanaman mereka dapat tumbuh dengan subur dan dapat memberikan hasil panen yang baik pada waktunya.
Berbeda sekali jika musim berubah menjadi musim kemarau. Kita akan melihat kekeringan terjadi di sekeliling kita. Segala macam jenis tanaman maupun tumbuhan akan mengering karena kekurangan air. Padang rumput akan berubah warnanya menjadi kekuningan karena rumput-rumput yang mengering.
Jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, maka akan ada banyak tanaman yang mati kekeringan sehingga tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen. Banyak pohon akan menjadi layu dan mati karena kekurangan air. Oleh karena itu para petani akan berusaha semaksimal mungkin agar tanamannya dapat tetap memperoleh suplai air yang cukup, sehingga mereka dapat mempertahankan kelangsungan hidup tanaman mereka.
Kehidupan rohani pengikut Kristus serupa dengan apa yang terjadi di atas. Kehidupan kita ibarat sebuah pohon yang membutuhkan suplai air agar tetap hidup dan bertumbuh dengan subur.
Bagaimana agar kehidupan rohani kita dapat tetap mendapat suplai air yang cukup, sehingga menjadikan hidup kita selalu berhasil?

1. Memiliki kehidupan yang sesuai dengan Firman Tuhan

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh…”
Menjadi pengikut Kristus berarti bahwa kita tidak lagi melakukan hal-hal yang duniawi dan bertentangan dengan Firman Tuhan. Kita tidak lagi berbohong dan mencari keuntungan diri sendiri. Kita tidak lagi berkompromi dengan dosa. Dan bahkan kita membenci dosa oleh karena kita telah menjadi manusia yang baru.
Jauhkan diri kita dari kebiasaan-kebiasaan lama yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Ingatlah bahwa pergaulan buruk maupun lingkungan yang buruk akan merusak kehidupan kita. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak hidup dan bergaul dalam lingkungan seperti itu.
Sebaliknya, pergaulan yang positif dan lingkungan yang baik akan membuat hidup kita menjadi positif dan baik juga. Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan.
.

2. Memiliki kesukaan akan Firman Tuhan

“…yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN”
Menjadikan Firman Tuhan sebagai kesukaan akan membuat kehidupan kita senantiasa hidup dialiri oleh air-air hidup dari Tuhan.
Hal ini harus dibangun secara kontinu. Membaca Firman Tuhan setiap hari akan membiasakan diri kita untuk menjadi suka kepada FirmanNya. Kebiasaan akan muncul jika kita melakukan sesuatu secara berulang-ulang setiap hari dalam periode waktu tertentu.
Biasakanlah diri kita untuk membaca sebagian ayat dari Firman Tuhan setiap hari. Awalnya mungkin terasa berat dan bahkan kita tidak mengerti apa yang dimaksud dari ayat tersebut. Tetaplah lakukan, dan baca FirmanNya setiap hari. Berdoa kepada Tuhan agar diberi pengertian pada setiap ayat yang kita baca. Dengan demikian kita membangun kesukaan akan Firman Tuhan dalam hidup kita.
.

3. Menjadikan Firman Tuhan sebagai rhema

“…yang merenungkan Taurat itu siang dan malam”
Tidak hanya menyukai Firman Tuhan, tetapi menjadikannya rhema bagi hidup kita. Rhema adalah suatu pengertian dimana mata rohani kita menjadi terbuka.
Ketika kita mendapatkan rhema dari Firman Tuhan, kita akan mengalami keadaan dimana kita merasa telah dibukakan suatu pengertian yang baru. Keadaan itu juga akan memberikan kekuatan dan membangkitkan spirit/motivasi hidup kita.
Biarlah kita senantiasa merenungkan Firman Tuhan, sehingga FirmanNya dapat benar-benar hidup di dalam kita dan senantiasa memberikan pengertian dan kekuatan baru. Dimanapun dan kapanpun kita berada, FirmanNya akan menuntun hidup kita dan membawa kita kepada keberhasilan.
.
Tiga langkah di atas akan menjadikan hidup kita senantiasa dialiri air hidup dari Tuhan, ibarat pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon tersebut akan tumbuh dengan subur dan tidak akan layu pada musim kering, karena selalu mendapatkan air yang cukup. Dan pada waktunya akan mengeluarkan buah yang dapat dinikmati.
Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan, bangunlah kesukaan akan Firman Tuhan dan renungkan FirmanNya sehingga menjadi rhema dalam hidup kita. Maka kita akan melihat hidup kita yang senantiasa diberkati oleh Tuhan, apa saja yang kita perbuat pasti berhasil. Haleluya!
.
“Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi.
Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita,
tetapi hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita.
Hendaklah perkataan yang telah kupohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari,
supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain,
dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini.” 1 Raja-raja 8:56-61

Senin, 15 Juli 2013

Kunci Pintu Berkat

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Lukas 6:38
Dengan semakin naiknya harga kebutuhan pokok di pasaran, maka manusia semakin mengatur keuangan dengan sebaik mungkin. Pengeluaran-pengeluaran yang dirasa tidak terlalu penting, dipangkas. Sebisa mungkin mereka tidak melakukan pemborosan dengan hal-hal yang tidak penting. Prinsip memberi menjadi suatu hal yang dilupakan bagi banyak orang. Mereka berpikir bahwa untuk kebutuhan sendiri saja sudah pas-pasan, bagaimana jika mereka harus membantu orang lain juga.
Sebagai umat Tuhan kita harus mengerti prinsip yang Tuhan ajarkan kepada kita. Jalannya Tuhan tidak bisa dibatasi dengan akal dan logika kita. Logika mengatakan bahwa dua tambah dua sama dengan empat, tetapi Tuhan justru mengadakan mujizat dengan memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 buah roti dan 2 ekor ikan. Bahkan masih ada sisa sebanyak 12 bakul (Mrk 6:34-44).
Mari kita melihat bagaimana caranya agar mujizat dapat terjadi dalam kehidupan kita :
1. Mengucap syukur dengan apa yang kita miliki
“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat” Mrk 6:41
Tuhan sendiri mengucap syukur atas apa yang ada pada saat itu. Dia tidak melihat keterbatasan yang mereka miliki saat itu. Mereka membutuhkan jauh lebih banyak dibanding hanya 5 roti dan 2 ikan. Tetapi Dia Allah yang Maha Kuasa. Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada.
Apapun yang kita miliki saat ini, biarlah kita mengucap syukur di dalamnya. Mungkin penghasilan kita tidak seberapa. Mungkin harta kekayaan yang kita miliki tidak ada artinya dibanding dengan orang lain. Atau bahkan kita dalam keadaan yang selalu berkekurangan. Marilah kita belajar mengucap syukur dalam segala keadaan kita. Mengucap syukur merupakan kunci menuju pintu berkat kelimpahan.
2. Belajar memberi
“Berilah maka kamu akan diberi….” Luk 6:38
Prinsip memberi harus kita terapkan dalam kehidupan kita. Jika kita rindu diberkati oleh Tuhan, kita harus belajar untuk memberi. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa ketika kita belajar untuk memberi, maka di saat itulah kita akan menerima berkat dari Tuhan.
Belajar menyisihkan sedikit dari apa yang kita miliki. Walaupun keuangan kita mungkin sudah tidak mungkin lagi untuk memberi, kita tetap harus belajar untuk memberi. Belajar mengembalikan perpuluhan dari penghasilan kita, belajar memberi bagi mereka yang membutuhkan, kita akan melihat pintu-pintu berkat akan dibukakan bagi kita. Bahkan Tuhan mengatakan, “Ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” Mal 3:10
Tuhan tidak akan berhutang kepada umatNya. Dia akan semakin memberkati kehidupan kita, ketika kita belajar untuk memberi.
3. Beri dengan apa yang ada pada kita
“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Mrk 6: 38
Tuhan Yesus dan murid-muridnya memberi makan 5000 orang hanya dengan apa yang ada pada mereka dan mujizatpun terjadi. Berkat berkelimpahan dialami oleh 5000 orang tersebut, mereka makan sampai kenyang.
Kunci berkat yang ketiga adalah memberi dengan apa yang kita miliki, bukan dengan apa yang tidak kita miliki. Seringkali kita ingin membantu orang lain, padahal kita sendiri belum bisa membantu mereka. Sehingga pada akhirnya kita membantu mereka dengan sedikit dipaksakan, yaitu dengan berhutang kepada pihak lain atau bahkan menjual harta yang ada untuk dapat membantu orang tersebut.
Memberi bukanlah dari sesuatu yang tidak kita miliki, tetapi dari apa yang kita miliki. Tetapi bukan berarti ini menjadi alasan bagi kita untuk tidak belajar memberi. Minta hikmat kepada Tuhan, kapan saatnya untuk memberi. Tuhan akan menuntun kehidupan kita, sehingga kita akan tetap dapat memberi dengan apa yang ada pada kita.
Mari kita syukuri dengan apa yang ada pada kita saat ini. Ada kuasa yang luar biasa dari sebuah pengucapan syukur, mujizat bisa terjadi lewat ucapan syukur. Belajar memberi dari segala kekurangan kita. Dan beri dengan apa yang memang kita miliki. Kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan kita. Pekerjaan dan usaha kita akan semakin diberkati. Bahkan pintu-pintu berkat yang baru Tuhan bukakan bagi kita.


Riva Sinjal Riva Sinjal adalah penulis & pemilik Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.