HOME

Tampilkan postingan dengan label Khotbah Ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah Ujian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

Ujian Iman Membawa Ke Level Yang Lebih Tinggi

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Yakobus 1:2-4

Hidup manusia senantiasa penuh dengan pencobaan. Melalui pencobaan-pencobaan itulah iman kita sebagai umat Tuhan diuji. Ketika kita sanggup melalui pencobaan tersebut maka tingkat iman kita akan semakin dekat kepada kesempurnaan. Pertumbuhan rohani kita akan semakin nyata dan menuju kepada kedewasaan secara rohani.
Banyak sekali tokoh-tokoh dalam Alkitab yang menjalani ujian-ujian iman. Dari kisah di perjanjian lama, kita dapat belajar ujian iman yang dialami oleh Yusuf. Selama hidupnya Yusuf mengalami berbagai macam ujian yang membawa dia kepada tingkat yang lebih tinggi lagi ketika dia berhasil melaluinya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berikut ujian-ujian iman yang dilalui oleh Yusuf:
  1. Jubah maha indah ditanggalkan oleh kakak-kakaknya (Kej 37:23)
  2. Dilempar ke dalam sumur kosong (Kej 37:24)
  3. Dijual sebagai seorang budak (Kej 37:28)
  4. Difitnah oleh isteri Potifar (Kej 39:11-18)
  5. Ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara (Kej 39:20)
  6. Dilupakan oleh kepala juru minuman yang telah diartikan mimpinya (Kej 40:23)
.
Yusuf melalui masa-masa ujiannya selama kurang lebih 13 tahun sejak dari mimpinya sampai kepada pengangkatan dirinya sebagai penguasa Mesir nomor dua setelah Firaun. Setelah melalui 7 tahun masa kelimpahan di Mesir dan memasuki 7 tahun masa kelaparan, barulah dia bertemu kembali dengan kakak-kakaknya dan mimpinya-pun digenapi pada saat itu juga.

Yusuf menjadi seseorang yang sangat matang setelah bertahun-tahun melalui ujian demi ujian. Setiap ujian dijalaninya dengan ketekunan, tekun melakukan Firman Tuhan. Itulah kekuatan yang membawa Yusuf kepada kesempurnaan iman dan kedewasaan secara rohani. Ketika dia lulus dalam satu ujian iman, maka tingkat kerohaniannya bertambah. Ujian demi ujian yang dilalui membuat Yusuf semakin dekat kepada Tuhan dan Tuhanpun memberikan kepercayaan yang lebih besar lagi setiap kali Yusuf lulus dalam ujian imannya.
.
Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, juga mengalami ujian-ujian yang sama. Tuhan ingin membawa umatNya kepada kesempurnaan. Perlu diingat bahwa semakin tinggi tingkat kerohanian seseorang, maka semakin berat ujian yang akan dihadapinya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Seorang anak SMP akan menjalani ujian yang lebih berat dibanding dengan tingkat SD. Seorang anak SMU akan menjalani ujian yang lebih berat lagi dibanding dengan tingkat SMP. Pada saat kuliahpun ujiannya akan jauh lebih berat dibanding saat masih SMU. Ujian-ujian yang dialami juga akan memberikan tekanan yang semakin berat dan keadaan yang tidak nyaman bagi setiap pesertanya. Tetapi ketika lulus dari ujian tersebut, maka setiap siswa akan merasakan sukacita dan kelepasan yang luar biasa. Dan mereka akan naik kepada tingkat yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Senin, 15 Juli 2013

3 Kunci Mendapatkan Kekuatan Di Masa Sukar

3-kunci-mendapatkan-kekuatan-di-masa-sukar“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” Habakuk 3:17-19

Habakuk hidup pada jaman dimana bangsa Israel ditindas oleh musuh-musuhnya. Bukan hal yang mudah baginya untuk dapat terus mempertahankan imannya. Masa-masa yang sukar dimana musuh senantiasa menindas, membuat semua aspek kehidupannya terpengaruh. Ladang yang biasanya menjadi tempat yang mendatangkan penghasilan dan merupakan tempat tumpuan bagi penghidupannya tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang menjadi harta kekayaannya terhalau dari kurungannya. Tidak ada lagi simpanan baginya. Sedangkan dia mempunyai kebutuhan yang harus terus dipenuhi.


Bukankah hal-hal ini juga yang banyak dialami oleh umat Tuhan? Keadaan krisis global yang sedang terjadi belakangan ini menimbulkan dampak yang sangat besar. Begitu banyak terjadi pengurangan tenaga kerja di seluruh bagian dunia ini. Tidak terkecuali di Indonesia, makin banyak pengangguran terjadi dimana-mana. Pekerjaan atau bisnis yang masih berjalan-pun tidak menjadi semakin mudah. Semakin banyak tekanan dalam kehidupan kita. Tetapi apakah kita menyerah dengan keadaan seperti itu?
Mari kita belajar dari nabi Habakuk, bagaimana dia mendapatkan kekuatan dia masa-masa yang sukar.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berikut 3 kunci mendapatkan kekuatan di masa sukar :

1. Bersorak-sorak di dalam Tuhan (Hab 3:18a)

Ketika bangsa Israel selesai mengelilingi kota Yerikho pada hari ke tujuh, mereka bersorak-sorai. Setelah itu kita melihat bahwa tembok Yerikho diruntuhkan.
Tembok sebesar tembok Yerikho dapat diruntuhkan dengan kuasa dari sorak sorai. Demikian juga masalah seberat apapun yang kita hadapi, ketika kita bersorak-sorai bagi Tuhan, maka masalah itupun dapat diruntuhkan. Bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati! (Ef 5:19)

2. Beria-ria di dalam Allah (Hab 3:18b)

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” 1Pet 4:12-13

Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa penderitaan adalah bagian dari proses hidup kita, dan kita akan menerima bagian yang telah Tuhan sediakan bagi kita, jika kita bertahan sampai pada akhirnya. Oleh karena itu Rasul Paulus menasehatkan agar kita bersukacita di dalam apapun yang kita alami, supaya kita bisa terus bertahan sampai pada akhirnya.

“Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.” Maz 68:4

3. Berharap kepada Tuhan (Hab 3:19a)

“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya.” Maz 28:7a
Tempatkan harapan kita kepada Tuhan, jadikan Tuhan kekuatan hidup kita. Ketika kita menghadapai suatu masalah, janganlah kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri. Gantungkan harapan kita kepada Tuhan. Serahkan apa yang menjadi masalah kita kepada Tuhan. Minta kekuatan dariNya, maka Dia akan memberikan kekuatan sehingga kita sanggup melalui setiap problema.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1 Kor 10:13

Ketiga point di atas akan memberikan kita kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi masa-masa yang sukar saat ini. Kita akan melihat pertolongan Tuhan dalam perjalanan hidup kita.

“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Yes 43:2
*courtesy of PelitaHidup.com
“Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.“  Hab 3:19b
Riva Sinjal Riva Sinjal adalah penulis & pemilik Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.