HOME

Tampilkan postingan dengan label Khotbah Pengharapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah Pengharapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

Merebut Kembali Apa Yang Telah Hilang

“Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: ‘Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?’ Dan Ia berfirman kepadanya: ‘Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.’
Dan pada keesokan harinya Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos.” 1 Samuel 30:8,17a
Bacaan: 1 Samuel 30:1-6
Dari bacaan di atas, Daud mendapati Ziklag telah diserang ketika dia pulang dari Filistin. Sebagai pemimpin Daud bertanggung jawab penuh dengan apa yang melanda Negeri Ziklag:
- Ziklag telah dikalahkan/dibakar habis. (ayat 1)
- Seluruh harta dijarah
- Seluruh wanita, dan anak-anak serta orang tua ditawan (ayat 2)
Dan yang lebih tragis lagi dia mendapat ancaman dari rakyatnya sendiri akibat dari peristiwa-peristiwa tersebut.
“Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan.” 1 Samuel 30:6
Dalam situasi ini Daud menghadapi dua serangan: Serangan dari luar dan dari dalam. Serangan dari luar sudah terjadi, dan serangan dari dalam apabila Daud tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut maka itu akan segera terjadi.
Tidak hanya sedih melihat seisi kota dibakar habis, wanita dan anak-anak ditawan, dan istrinya sendiri pun turut diangkut oleh orang Amalek, ia juga harus menghadapi rakyat yang siap membunuhnya dengan lemparan batu karena marah. Daud harus menghadapi ini semua, dan situasinya benar-benar mencekam dan berbahaya.
Kita mungkin akan segera putus asa jika berhadapan dengan kondisi seperti itu. Tetapi mari kita lihat dan meneladani apa yang dilakukan Daud. Dia tidak putus asa sedikit pun. Dia tidak kecewa terhadap Tuhan meski yang ia hadapi sangatlah berat bahkan dia tidak lari dari masalah.
Alkitab dengan jelas mengatakan bagaimana Daud tetap menghadapi semua masalah tersebut dengan tindakan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Berikut ini tindakan yang dilakukan Daud ketika menghadapi situasi yang berat seperti itu:

1. Tindakan Memperkuat Kepercayaan

“Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” 1 Samuel 30:6c
Ini adalah tindakan rohani Daud di tengah tekanan-tekanan dunia yang berat. Daud sangat terjepit, tetapi itu bukan berarti sudah tidak ada jawaban. Bagi dunia mungkin sudah tidak ada jawaban dan pengharapan lagi, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak bisa dijawab dan tidak ada yang tidak mungkin.
Dengan memperkuat kepercayaan, Daud mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Dia tahu betul bagaimana menghadapi situasi, tekanan dan ancaman. Jawabannya adalah dengan berharap dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
Bagaimana dengan hidup kita hari-hari ini, adakah sesuatu yang sulit dan berat yang kita hadapi? Mari andalkan Tuhan sepenuhnya dalam hidup kita. Mari kita kuatkan kepercayaan kita kepada Tuhan.
.

2. Tindakan Untuk Merebut Yang Hilang

“Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: ‘Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?’ Dan Ia berfirman kepadanya: ‘Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.’ ” 1 Samuel 30:8
Ternyata setelah mengambil tindakan untuk memperkuat kepercayaan dengan mengandalkan Tuhan, Daud harus mengambil suatu tindakan untuk mengejar dan merebut kembali apa yang hilang, yaitu yang telah dirampas oleh musuhnya, orang Amalek.
Dalam situasi-situasi tertentu Tuhan bisa langsung menjawab masalah atau pergumulan tanpa seseorang mengambil suatu tindakan (hanya berdiam diri). Tetapi dalam peristiwa ini, Daud tidak bisa hanya berdiam diri, walaupun Tuhan sudah katakan dia akan berhasil merebut dan melepaskan tawanan tetapi kalau dia hanya berdiam diri tidak ada tindakan untuk merebut apa yang telah hilang maka itu tidak akan berhasil.
Begitu juga dengan kehidupan orang percaya. Walaupun kita katakan saya sudah berdoa, saya sudah rajin beribadah dan lain sebagainya tetapi kalau tidak ada tindakan nyata dari kita untuk mau berubah/bertobat dengan merebut hal-hal/karakter yang Tuhan inginkan, maka sulit untuk kita melihat jawaban Tuhan.
Alkitab menjelaskan dengan tindakan Daud beserta pasukannya yang berhasil merebut kembali apa yang telah dirampas oleh Amalek. Semua yang hilang bisa direbut kembali mulai dari keluarga mereka, harta bahkan Daud dan pasukannya mendapat jarahan yang sangat banyak.
“Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud.
Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. ” 1 Samuel 30:18-19
.
Apa yang menyebabkan Daud berhasil merebut kembali semuanya? Hal itu karena Daud bertindak dengan memperkuat kepercayaannya kepada Tuhan dan merebut kembali apa yang telah hilang.
Mungkin ada yang terhilang dari keluarga kita, ditarik oleh dunia sehingga mereka telah meninggalkan Tuhan, mereka menjadi orang yang terhilang mereka hidup dalam tawanan dunia ini. Mari kita rebut mereka kembali.
Mungkin juga ada sesuatu yang terhilang dalam hidup kita: cinta mula-mula kita kepada Tuhan yang dulunya begitu menggebu-gebu tetapi sekarang itu tidak ada lagi. Dulu kita adalah orang penyabar, lemah lembut, penuh kasih, rendah hati tetapi sekarang itu semua sudah hilang. Mari kita rebut kembali semuanya itu.
Ataupun dengan krisis ekonomi yang terjadi, kita kehilangan pekerjaan, kesempatan, dan lainnya. Marilah kita menjadi Daud di akhir zaman ini yang mau mengandalkan Tuhan sepenuhnya dan ada tindakan dari kehidupan kita untuk merebut kembali apa yang telah hilang. Praise the Lord.
“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”  Roma 8:37-39

Pdt. Robinson Y. Tulenan

Senin, 15 Juli 2013

3 Kunci Mendapatkan Kekuatan Di Masa Sukar

3-kunci-mendapatkan-kekuatan-di-masa-sukar“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” Habakuk 3:17-19

Habakuk hidup pada jaman dimana bangsa Israel ditindas oleh musuh-musuhnya. Bukan hal yang mudah baginya untuk dapat terus mempertahankan imannya. Masa-masa yang sukar dimana musuh senantiasa menindas, membuat semua aspek kehidupannya terpengaruh. Ladang yang biasanya menjadi tempat yang mendatangkan penghasilan dan merupakan tempat tumpuan bagi penghidupannya tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang menjadi harta kekayaannya terhalau dari kurungannya. Tidak ada lagi simpanan baginya. Sedangkan dia mempunyai kebutuhan yang harus terus dipenuhi.


Bukankah hal-hal ini juga yang banyak dialami oleh umat Tuhan? Keadaan krisis global yang sedang terjadi belakangan ini menimbulkan dampak yang sangat besar. Begitu banyak terjadi pengurangan tenaga kerja di seluruh bagian dunia ini. Tidak terkecuali di Indonesia, makin banyak pengangguran terjadi dimana-mana. Pekerjaan atau bisnis yang masih berjalan-pun tidak menjadi semakin mudah. Semakin banyak tekanan dalam kehidupan kita. Tetapi apakah kita menyerah dengan keadaan seperti itu?
Mari kita belajar dari nabi Habakuk, bagaimana dia mendapatkan kekuatan dia masa-masa yang sukar.
*courtesy of PelitaHidup.com
Berikut 3 kunci mendapatkan kekuatan di masa sukar :

1. Bersorak-sorak di dalam Tuhan (Hab 3:18a)

Ketika bangsa Israel selesai mengelilingi kota Yerikho pada hari ke tujuh, mereka bersorak-sorai. Setelah itu kita melihat bahwa tembok Yerikho diruntuhkan.
Tembok sebesar tembok Yerikho dapat diruntuhkan dengan kuasa dari sorak sorai. Demikian juga masalah seberat apapun yang kita hadapi, ketika kita bersorak-sorai bagi Tuhan, maka masalah itupun dapat diruntuhkan. Bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati! (Ef 5:19)

2. Beria-ria di dalam Allah (Hab 3:18b)

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” 1Pet 4:12-13

Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa penderitaan adalah bagian dari proses hidup kita, dan kita akan menerima bagian yang telah Tuhan sediakan bagi kita, jika kita bertahan sampai pada akhirnya. Oleh karena itu Rasul Paulus menasehatkan agar kita bersukacita di dalam apapun yang kita alami, supaya kita bisa terus bertahan sampai pada akhirnya.

“Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.” Maz 68:4

3. Berharap kepada Tuhan (Hab 3:19a)

“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya.” Maz 28:7a
Tempatkan harapan kita kepada Tuhan, jadikan Tuhan kekuatan hidup kita. Ketika kita menghadapai suatu masalah, janganlah kita mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri. Gantungkan harapan kita kepada Tuhan. Serahkan apa yang menjadi masalah kita kepada Tuhan. Minta kekuatan dariNya, maka Dia akan memberikan kekuatan sehingga kita sanggup melalui setiap problema.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1 Kor 10:13

Ketiga point di atas akan memberikan kita kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi masa-masa yang sukar saat ini. Kita akan melihat pertolongan Tuhan dalam perjalanan hidup kita.

“Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Yes 43:2
*courtesy of PelitaHidup.com
“Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.“  Hab 3:19b
Riva Sinjal Riva Sinjal adalah penulis & pemilik Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.