HOME

Tampilkan postingan dengan label Khotbah Rancangan Yang Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah Rancangan Yang Indah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Menjadi Indah: Dibentuk Oleh Tangan Tuhan


Menjadi Indah: Dibentuk Oleh Tangan Tuhan“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. ‘Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!’ ” Yeremia 18:4,6
Tuhan memerintahkan Nabi Yeremia untuk pergi ke rumah tukang periuk. Di sana Yeremia dapat melihat tukang periuk bekerja membuat sebuah bejana dari tanah liat. Dan Tuhan berfirman kepada Yeremia bahwa umatNya bagaikan tanah liat di tangan tukang periuk.
Kita akan melihat apa yang dikerjakan tukang periuk dalam membuat sebuah bejana dari tanah liat. Melalui proses ini kita akan melihat apa yang sedang dan ingin Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita.
Berikut proses pembuatan sebuah bejana secara garis besar:

Langkah 1

Proses ini ditujukan untuk mengeluarkan gelembung-gelembung udara pada tanah liat. Gelembung udara yang tersisa dapat memuai pada saat tanah liat dipanaskan/dibakar, sehingga dapat merusak bentuk atau bahkan menimbulkan keretakan pada bentuk.
Proses dilakukan dengan menginjak-injak tanah liat atau jika dengan mesin modern, tanah liat akan di-press.
Gelembung udara disini adalah hal-hal yang tidak dikehendaki Tuhan dalam hidup kita. Banyak kekosongan dalam hati kita yang harus dihilangkan. Kekosongan ini akan mengganggu setiap langkah hidup kita dan membuat kita tidak fokus dalam melakukan Firman Tuhan.
Melalui berbagai masalah yang Tuhan ijinkan, kita akan dibersihkan dari gelembung-gelembung kekosongan. Segala hal yang tidak berkenan, seperti sakit hati, amarah, dendam, akar kepahitan, kekecewaan, ketakutan, iri hati, kesombongan, dan lainnya dibersihkan melalui keadaan yang Tuhan ijinkan.
.

Langkah 2

Proses ini dilakukan dengan menaruh tanah liat pada roda/meja putar, dan membuat tanah liat menjadi center pada roda/meja putar. Meja akan diputar sedemikian rupa dan tanah liat juga akan dibentuk. Dengan cara ini tanah liat akan menjadi mudah untuk dibentuk sesuai dengan keinginan.
Tuhan akan mengijinkan kita memasuki suatu kondisi yang membuat kita menjadi fokus kepada Tuhan. Kita tidak bisa lagi berharap dan mengandalkan kekuatan sendiri. Hal ini membuat kita benar-benar hanya mengandalkan Tuhan.
Melalui kondisi ini, pola pikir kita akan diubahkan sehingga kita dapat mengerti cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Rencana Tuhan akan dibukakan bagi kita, sehingga kita dapat melihat bahwa Tuhan memiliki tujuan bagi hidup kita. Dengan begitu hidup kita akan menjadi mudah dibentuk oleh Tuhan.
.

Langkah 3

Proses ini dilakukan untuk menambahkan bagian pegangan atau hiasan lainnya. Bagian tambahan tersebut (seperti pegangan gelas) akan ditempelkan kepada body utama sehingga menjadi satu.
Setelah itu sambungan akan dihaluskan dan dipastikan kekuatannya dan aman.
Tuhan akan membawa kita ke dalam suatu proses di mana Tuhan akan menambahkan talenta kepada kita. Tuhan akan memberikan kemampuan lebih lagi bagi kita sehingga kita dapat berfungsi lebih baik lagi dan membawa berkat bagi orang lain. Kemampuan ini merupakan suatu hadiah yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Dari sosok yang tidak pernah punya kemampuan diubahkan menjadi sosok yang berguna bagi banyak orang.
Semakin dalam proses ini, semakin bagus dan semakin kuat kemampuan yang Tuhan berikan bagi kita.
.

Langkah 4

Proses ini dilakukan untuk mengurangi kadar air yang dapat menyebabkan keretakan jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Proses dilakukan dengan membiarkan bejana pada suhu ruangan selama satu hari atau lebih dari satu minggu, tergantung ukuran dan bentuk.
Melalui proses ini kita akan merasa seakan-akan dibiarkan dan bahkan ditinggalkan oleh Tuhan. Hidup kita akan terasa kering dan tawar.
Tetapi melalui proses ini Tuhan mengajarkan kita untuk benar-benar hidup di dalam iman. Tuhan akan mengajarkan kita untuk hidup tidak berdasarkan perasaan, tetapi berdasarkan iman kepada Yesus.
Iman yang bukan berdasarkan kepada perasaan atau mood, tetapi iman yang tetap percaya bahwa dalam segala keadaan, dalam perasaan apapun, dalam kondisi terburuk sekalipun, Tuhan tetap pegang kendali atas hidup kita.
.

Langkah 5

Setelah itu dipanaskan pada suhu di atas 1000 derajat untuk memberi kekuatan sebelum proses berikutnya.
Setelah itu kita akan memasuki proses pemanasan. Tuhan akan mengijinkan kondisi yang membuat kita bergesekan satu sama lain, bahkan dengan orang-orang yang terdekat.
Proses ini akan membuat kita semakin kuat dan tangguh. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia. Jika kita dapat melalui proses ini, kita akan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh, sehingga kita siap menghadapi berbagai masalah yang lebih besar lagi.
Tidak ada pelajaran yang lebih baik lagi dibandingkan dengan proses ini, untuk membuat kita siap dalam menjalankan tugas yang lebih besar lagi yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
.

Langkah 6

Proses berikutnya adalah pendinginan bejana sebelum masuk ke proses berikutnya. Proses ini memerlukan waktu beberapa hari.
Setelah itu kita akan dibawa lagi masuk ke dalam proses pendinginan, di mana kita akan kembali merasa sendiri lagi. Kondisi ini akan mempersiapkan kita untuk memasuki tahap berikutnya yang lebih ‘panas’ lagi.
Melalui keadaan ini iman kita juga semakin dipertebal karena ujian-ujian yang ada akan membuat kita benar-benar dapat melihat bahwa Tuhan itu hidup, membuat kita semakin percaya kepada Tuhan bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun.
.

Langkah 7

Proses berikutnya menambahkan bahan yang membuat bejana terlihat berkilau.
Setelah itu bejana dipanaskan kembali pada suhu di atas 1000 derajat, bahkan lebih panas dari sebelumnya, untuk memberi hasil sempurna pada proses terakhir ini.
Melalui proses ini Tuhan menambahkan kapasitas dan kemampuan dalam diri kita. Kita akan dibawa kembali dalam suatu kondisi yang memerlukan ekstra energi untuk dapat menyelesaikannya. Tanggung jawab yang semakin besar membawa terpaan badai yang semakin kuat juga.
Tetapi semakin panas kondisi yang kita hadapi, itu akan membuat kita semakin indah dan sempurna di hadapan Tuhan. Karakter kita semakin bercahaya dan hidup kita semakin menjadi terang bagi banyak orang.
Dan pada akhirnya kita menjadi alat yang berguna untuk menggenapi rencana Tuhan. Kita dapat melakukan tugas dan fungsi yang telah Tuhan tetapkan bagi hidup kita.
.

.
Menjadi Indah: Dibentuk Oleh Tangan TuhanBejana yang dibentuk oleh tukang periuk akan digunakan untuk tujuan tertentu. Tukang periuk membentuk tanah liat sesuai dengan keinginannya. Jika dia membentuk tanah liat itu menjadi sebuah gelas, maka gelas itu digunakan untuk minum air. Jika dia membentuk tanah liat itu menjadi sebuah pot/vas, maka pot/vas tersebut digunakan untuk tempat tanaman. Jika dia membentuk tanah liat itu menjadi sebuah pajangan keramik, maka pajangan keramik itu akan digunakan untuk memperindah ruangan.
Semua pembentukan punya maksud dan tujuan spesifik.
Demikian juga dengan hidup kita. Tuhan mempunyai maksud dan tujuan spesifik membentuk hidup kita. Semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Haleluya!
.
“Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”? ” Yesaya 29:16
“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
” Roma 9:20-21

Rencana Tuhan: Bagai Bejana Di Tangan Tukang Periuk


Rencana Tuhan: Bagai Bejana Di Tangan Tukang Periuk“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?” Roma 9:20-21
Bacaan: Yeremia 18:1-6




Dalam kitab Yeremia pasal 18, Yeremia diminta Tuhan untuk pergi ke tukang periuk karena Tuhan ingin memperdengarkan suaraNya. Yeremia datang tepat ketika tukang periuk sedang bekerja membuat sebuah bejana.
Ada beberapa langkah dari proses yang dikerjakan oleh tukang periuk untuk membuat sebuah bejana (lihat langkah pembentukan bejana), mulai dari persiapan tanah liat yang akan digunakan, menempatkan tanah liat pada meja kerja yang dapat berputar sehingga tanah liat mudah dibentuk, membentuk tanah liat menjadi benda yang mempunyai kegunaan, pembakaran bejana yang sudah dibentuk agar menjadi kuat, proses pendinginan agar hasilnya lebih sempurna, hingga proses penyempurnaan tampilan bejana agar menjadi jauh lebih indah.
Dari sekian langkah proses yang dilakukan tersebut, kita dapat mempelajari dua hal penting dari kisah ini:

1. Proses Kehidupan

“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” Yeremia 18:4
Tuhan membawa Yeremia untuk belajar dari tukang periuk karena Tuhan ingin memberitahukan bahwa manusia memiliki proses kehidupan yang mirip dengan bejana yang sedang dibentuk.
Tanah liat tidak secara otomatis berubah menjadi bejana yang indah, tetapi tanah liat harus melalui beberapa proses sehingga dapat menjadi sebuah bejana yang berkualitas. Jika satu langkah saja dilewatkan, maka tukang periuk tidak akan memperoleh sebuah bejana yang baik. Mungkin saja dia hanya akan memperoleh bejana yang bentuknya kurang bagus, permukaannya retak-retak, penampilannya tidak berkilau, tidak dapat bertahan lama, atau kekurangan lainnya yang dapat ditemukan.
Ketika tanah liat tidak mengikuti bentukan dari tangan tukang periuk dan menjadi rusak, maka prosesnya akan diulang kembali. Tanah liat akan disatukan kembali, dipukul-pukul atau bahkan dibanting ke meja, agar mudah dibentuk kembali.
Kita harus mengerti bahwa tidak ada momen dalam kehidupan kita yang bukan merupakan proses bagi hidup kita. Setiap momen merupakan bagian dari proses kehidupan. Oleh karena itu kita harus belajar merelakan hidup kita, memiliki hati yang rela dan berserah kepada Tuhan, agar hidup kita dapat dibentuk oleh tangan Tuhan.
Setiap kita mengeraskan hati, bersungut-sungut kepada Tuhan dan tidak bersyukur atas apa yang kita alami, maka hidup kita bagaikan tanah liat yang keras yang susah dibentuk. Tuhan akan mengijinkan perkara-perkara yang akan membuat kita menjadi mudah dibentuk sesuai dengan rencanaNya.
Relakan hati kita untuk menjalani proses yang sedang Tuhan ijikan terjadi dalam hidup kita. Bersyukur atas proses pembentukan yang sedang Tuhan kerjakan melalui berbagai macam perkara. Akan ada saatnya dimana kita akan melihat hasil bentukan tangan Tuhan bagi hidup kita dan kita akan bersyukur atas apa yang telah kita alami bersama Tuhan.
.

2. Rencana Tuhan

“Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?” Roma 9:21
Tukang periuk mempunyai hak penuh sebagai pembentuk bejana. Ide ataupun rancangan yang ada di pikirannya dituangkan ke dalam pembentukan bejana. Dia membentuk bejana sedemikian rupa, dengan segala keahliannya, sehingga bejana tersebut benar-benar menjadi sama dengan apa yang ada di pikirannya sebelumnya.
Segumpal tanah liat yang dibentuk menjadi bejana tentunya hanya mengikuti lekukan dan bentukan dari tangan tukang periuk. Tanah liat tidak terbentuk dengan sendirinya, atau bahkan tanah liat tidak bisa menentukan dia akan menjadi bejana yang mempunyai bentuk tertentu. Tanah liat hanya menjadi bejana hanya karena bentukan dari tukang periuk.
Tukang periuk dapat membentuk tanah liat sehingga menjadi bejana yang mempunyai tujuan, entah itu bejana untuk menampung air, menjadi sebuah gelas, vas bunga, hiasan, pajangan, atau kegunaan lainnya. Bejana yang sudah jadi dapat ditempatkan di berbagai macam tempat, mulai dari lemari, rak, meja, tempat hiasan, ruang tamu, ruang pameran dan berbagai macam tempat lainnya.
Tidakkah Tuhan mempunyai rencana bagi masing-masing hidup kita? Ya, Tuhan pasti mempunyai rencana bagi kita, bahkan rencana yang indah dan sempurna.
Saat ini mungkin kita tidak dapat menyelami apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Mungkin saja kita sedang mengalami kekecewaan, kedukaan, sakit hati, amarah, stress, depresi, sakit yang tidak kunjung sembuh, tidak mendapat jawaban doa, tidak memperoleh pekerjaan yang layak, bisnis tidak berjalan dengan baik, dirugikan orang lain, banyak hutang, rumah tangga yang berantakan, pergaulan buruk anak-anak, masalah jodoh, ingin mengakhiri hidup dan masih banyak masalah lainnya.
Tetaplah ingat bahwa Tuhan sedang melihat kita, Tuhan sedang menyertai kita, Tuhan sedang mendengar kita, bahkan Tuhan sedang mencurahkan kasihNya yang sempurna bagi hidup kita. Tuhan menyayangi dan mencintai hidup kita. Dia sedang membentuk kita untuk dapat menjadi sesuai dengan rencana yang telah Dia tetapkan, yaitu rencana yang indah dan sempurna.
Betapa indahnya jika kita telah dibentuk menjadi bejana yang sempurna, yang akan Dia gunakan dan tempatkan menjadi suatu bejana yang mempunyai kegunaaan bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan mempunyai rencana bagi hidup kita! Haleluya!
.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.” Yeremia 29:11-14