HOME

Tampilkan postingan dengan label Pergumulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pergumulan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Rahasia Mengalami Terobosan Dalam Doa Pergumulan

rahasia-mengalami-terobosan-dalam-doa-pergumulanHana merupakan isteri dari Elkana yang tidak mempunyai anak. Hana mengalami pergumulan yang cukup berat karena selalu dihina oleh karena tidak mempunyai keturunan. Dalam 1 Samuel 1:5 dikatakan bahwa kandungannya tertutup. Seorang wanita tidak akan mungkin mempunyai anak jika kandungannya tertutup.
Tetapi Hana tidak menyerah begitu saja, kita melihat begitu luar biasa pergumulan yang dilalui olehnya, menghadapi berbagai caci maki dan hinaan. Tetapi pada akhirnya Hana mengalami suatu terobosan melalui doanya. Tuhan mendengar doa Hana dan menjawab apa yang dimintanya. Hana menerima jawaban doa, TUhan menjamah kandungannya hingga dia dapat mengandung dan melahirkan seorang anak. Anak itu adalah Samuel yang akhirnya dikenal sebagai nabi yang luar biasa sekali pada jaman Raja Saul dan Daud.
*courtesy of PelitaHidup.com
Apa yang dialami oleh Hana juga sering dialami oleh umat Tuhan. Kandungan yang tertutup merupakan jalan atau pintu berkat yang tertutup bagi umat Tuhan. Segala cara maupun upaya apapun yang dikerjakan tidak dapat membuahkan hasil, oleh karena jalannya memang tertutup. Bahkan orang memandang sebelah mata terhadap diri kita. Sebagian malah mencibir dan merendahkan oleh karena kondisi yang kita alami.
Kita sering melihat justru orang lain yang lebih diberkati dibandingkan dengan hidup kita sendiri.
Ketika kita berada dalam kondisi seperti ini, yang kita butuhkan adalah terobosan di dalam doa kita. Apa yang Hana lakukan sehingga dia dapat mengalami terobosan dalam doanya?
.

1. Penyerahan Diri Seutuhnya

Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.” ” 1 Sam 1:11
Hana bernazar kepada Tuhan. Hana mengadakan perjanjian dengan Tuhan. Hana berjanji bahwa dia akan menyerahkan anaknya kepada Tuhan. Dan janji ini benar-benar ditepati ketika doanya dijawab oleh Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dalam pengiringan kita kepada Tuhan, Dia ingin agar kita senantiasa berubah setiap saat, berubah menuju kesempurnaan. Pencobaan yang datang diijinkan untuk dapat membuat kita lebih dekat lagi kepada Tuhan. Selalu ada aspek kehidupan kita yang sedang dibentuk oleh Tuhan ketika kita sedang menghadapi suatu pencobaan.



Tuhan ingin agar kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya bagi kemuliaan Tuhan. Semakin kita bertumbuh di dalam Dia, semakin besar penyerahan diri yang harus kita berikan bagi Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Menyerahkan anak yang pertama kepada Tuhan bukan suatu hal yang mudah bagi Hana. Anak itu merupakan anak yang sangat ditunggu-tunggu dalam hidupnya. Anak itu merupakan hal yang paling berharga bagi Hana. Tetapi Hana belajar untuk menyerahkan apa yang paling berharga dalam hidupnya. Hana tahu bahwa Tuhan ingin agar Hana menyerahkan segenap hidupnya hanya bagi Tuhan.
Apakah yang menjadi hal yang paling berharga bagi kita saat ini? Apa yang masih belum bisa kita lepaskan pada saat ini? Apa yang masih menyebabkan Tuhan hanya menjadi nomor dua di dalam hidup kita? Apa yang membuat kita masih belum bisa memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita?
Tuhan ingin penyerahaan diri kita seutuhnya bagi Tuhan. Dan di saat kita mau menyerahkan diri sepenuhnya, kita akan menerima terobosan doa dalam hidup kita sebagaimana yang dialami oleh Hana.
.

2. Memelihara Ibadah Kepada Tuhan

Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN” 1 Sam 1:19
Hana dengan tekun memelihara ibadahnya kepada Tuhan. Dia bangun pagi-pagi bersama keluarganya dan sujud menyembah di hadapan Tuhan. Dan Tuhan mengingat Hana! Setahun kemudianpun Hana mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (1 Sam 1:19-20)
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” 1 Tim 4:8
Dikatakan bahwa ibadah mengandung janji. Ketika kita memelihara ibadah kita kepada Tuhan, maka kita sedang memelihara perjanjian yang Tuhan berikan bagi kita. Janji yang Tuhan berikan akan digenapi cepat atau lambat, karena FirmanNYa adalah ya dan amin (2 Pet 3:9).
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetapi jika kita lalai beribadah kepadaNya, maka kita memilih jalan di luar anugerahNya dan janjiNya tidak akan berlaku jika kita berada di luar Dia (Ul 28:15-46).
.
Terobosan bagi doa pergumulan yang kita alami bukanlah suatu hal yang susah. Semuanya hanya tergantung kepada pilihan kita, apakah kita mau berserah sepenuhnya dan taat beribadah kepada Tuhan atau tidak.
Tetapi janji Tuhan begitu nyata bagi kita (Ul 28:1-14). Berkat telah disediakan bagi kita yang mau datang kepadaNya. Berserahlah kepadaNya dan taat beribadah kepadaNya, maka kita akan mengalami terobosan dalam doa kita.

Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Ul 28:1

TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Ul 28:8



Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26




Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.
Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.
Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.
Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya.
Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:

1. Jangan Takut

Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu takut?”
Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?
Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.
Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.
.

2. Percaya Sepenuhnya

Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.
Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.
Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4
Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.
.
Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.
Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!
.
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6

Pengharapan Kekal Di Balik Penderitaan

Pengharapan Kekal Di Balik Penderitaan “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:3-5



Rasul Paulus telah memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi kita melalui kehidupan yang dilaluinya. Secara manusia dia lebih banyak melalui penderitaan setelah dia menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya dibanding ketika dia belum mengenal Kristus. Segala kebanggaan dan kebesaran di masa lalunya justru hanya dianggap sebagai sampah yang tidak berarti. Tetapi penderitaan yang dialaminya membuat dia bangga atas apa yang dijalaninya.
/

Kesengsaraan – Suffering

Begitu banyak kesengsaraan yang Paulus lalui ketika mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Dia menerima begitu banyak penolakan dari pengkabaran Injil yang dilakukannya. Dia menerima ancaman, aniaya, siksaan, musibah, dipenjara dan masih banyak penderitaan lainnya (2 Korintus 11:23-27).
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Korintus 4:8-9
Tetapi apa yang Paulus lalui itu tidak membuat dia berhenti melakukan pekerjaannya. Ada kekuatan yang senantiasa membuat dia terus maju untuk melakukan pekerjaanya. Dia tahu bahwa dia akan menerima sesuatu yang sangat mulia atas apa yang dia lakukan pada saat itu. Bahkan Paulus berkata bahwa kita harus bermegah dalam kesengsaraan yang kita alami. Mengapa demikian?
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17
Paulus tahu bahwa dia akan menerima kemuliaan kekal yang jauh melebihi segala yang telah dia alami, miliki, dan dia lalui saat itu. Tidak ada yang lebih indah selain menerima kemuliaan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah yang membuat Paulus justru berbangga atas kesengsaraan yang dia alami.
.

Ketekunan – Perseverance

Kata “perseverance” berarti menanggung masa kesusahan dengan kesabaran dan ketahanan. Masa-masa susah yang dialami Rasul Paulus tidak hanya dialami dalam waktu sebentar saja. Bahkan menjelang akhir hidupnya Paulus hidup di penjara. Tetapi dia menanggung segala kesusahan itu dengan kesabaran. Bahkan Paulus juga menulis surat dari penjara kepada jemaat yang dia layani. Melalui surat itu dia tetap memberikan penghiburan, kekuatan dan doanya kepada mereka.
Memang tidak mudah menanggung masa-masa sulit yang sedang kita alami. Bahkan kita tidak pernah tahu seberapa lama hal itu akan kita alami. Tetapi ketika kita menjalaninya dengan tekun, dan menjalaninya dengan sikap hati yang tetap bersukacita dan memuji-muji Allah, maka kita akan tetap dapat bertahan menghadapi berbagai hal sulit apapun yang menimpa hidup kita.
Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1:9-12
Biarlah kita tetap mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa di surga, karena kesengsaraan yang kita alami akan membuat kita senantiasa tekun beribadah kepadaNya.
.

Tahan Uji – Character

Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” 1 Korintus 3:12-14
Rasul Paulus memberikan penjelasan kepada kita bahwa kehidupan kita ini bagaikan membangun sebuah bangunan. Kita dapat membangunnya dengan berbagai macam bahan, baik dari bahan yang sederhana hingga bahan yang kuat dan indah.
Bangunan yang sederhana akan mudah sekali hancur terbakar oleh api. Sedangkan bangunan yang terbuat dari bahan yang kuat akan lebih bertahan atas panasnya api.
Apa yang kita lakukan dalam kehidupan ini juga akan diuji oleh panasnya api, yaitu melalui berbagai macam penderitaan yang kita alami. Ketika kita membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, maka hidup kita akan tahan atas panasnya api yang membakar.
Kasih, sukacita, ucapan syukur, rendah hati dan segala hal yang Kristus ajarkan merupakan dasar yang kuat bagi hidup kita dalam menghadapi berbagai macam kesengsaraan. Kita akan bertahan dalam segala ujian yang kita hadapi. Karakter yang kuat akan muncul dari kehidupan kita.
Dengan dasar yang kuat, maka semakin berat penderitaan yang kita alami justru akan membuat kita semakin memancarkan terang kasih Kristus melalui kehidupan kita. Oleh karena itu, marilah kita membangun hidup kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, agar karakter kita dapat terbentuk dengan sempurna melalui berbagai macam kesusahan dan penderitaan.
.

Pengharapan – Hope

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Roma 8:24
Rasul Paulus memberikan pengertian bahwa pengharapan yang kita lakukan bukanlah pengharapan karena kita telah melihat dan mengetahui bahwa kita akan menerima sesuatu. Tetapi pengharapan adalah penantian atas hal-hal yang belum pernah kita lihat.
Melalui berbagai ujian penderitaan dalam hidup kita, sehingga karakter Kristus terbentuk kuat dalam hidup kita, maka kita akan dapat memiliki pengharapan seperti yang dimaksud oleh Paulus. Kita akan tahu bahwa pengharapan itu tidak akan mengecewakan hidup kita, karena kasih Allah-lah yang menimbulkan pengharapan itu dalam hati kita.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:5
Berharap kepada manusia akan membawa kita kepada kekecewaan. Seberapa banyak kita berharap dari manusia, kekuatan sendiri, pekerjaan, bisnis dan apa yang kita lakukan, dan kita malah mendapatkan kekecewaan?
Pengharapan kepada Allah tidak akan mengecewakan, tetapi justru akan memberi kekuatan bagi kita dalam menjalani setiap ujian kehidupan yang ada.
Kita dapat melihat betapa Abraham tetap berharap akan janji Tuhan, yaitu membuat keturunannya seperti debu tanah banyaknya dan seperti bintang-bintang di langit jumlahnya, walaupun dia belum memiliki anak pada saat umurnya seratus tahun.
Pengharapan yang kuat timbul dalam hati Abraham, karena dia telah memiliki karakter yang kuat di dalam Tuhan. Pengharapan itu benar-benar tidak mengecewakan hidupnya. Melalui anak dari darah dagingnya sendiri, yaitu Ishak, Tuhan membuat satu bangsa yang kuat yang pernah ada di muka bumi ini.
Marilah kita tetap memiliki pengharapan yang kuat kepada Kristus Yesus, supaya kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan tepat pada waktu yang Tuhan nyatakan. Segala puji dan hormat dan kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus, Tuhan Allah kita. Haleluya!
.
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4:18

Jumat, 03 Juni 2011

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi Masalah


Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat  yang patah?” Amsal 18:14

Beragam persoalan bisa menimpa siapa saja. Entah orang kaya atau miskin, tua atau muda, setiap orang  selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhanpun tidak terluput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda.
Kita tidak boleh menyerah, walau badai apapun yang sedang menerpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, seperti yang disebutkan dalam Firman Tuhan.
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” 1 Kor 10:13
*courtesy of PelitaHidup.com
Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala susah Dia selalu datang menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan adalah antara lain, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya.  Kalau sikap seperti ini dibiarkan akan membuat seseorang itu  menjadi frustrasi, dan tetap tinggal dalam masalahnya.  Dalam  menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan agar kita sampai pada tujuan yang diinginkan.
Dalam cerita di Alkitab kita dapat melihat sebuah kondisi yang mengisahkan seseorang yang tidak lagi bersemangat dalam hidupnya, yaitu kisah nabi Elia. Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu, larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.
.
Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi MasalahAda beberapa kondisi yang dialami nabi Elia ini, yaitu:

a). Ia kelelahan, lelah jasmani setelah perjalanan panjang, empat puluh hari, empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yaitu gunung horeb.
*courtesy of PelitaHidup.com
Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku” 1 Raj 19:4b.
b). Ia merasa telah gagal membuat bangsa Israel untuk bertobat,
*courtesy of PelitaHidup.com
c). Ia merasa kesepian,  hanya seorang diri saja dalam pergumulan untuk kebenaran Allah.
Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatNya bagi Tuhan, Allah semesta alam,karena orang Israel meninggalkan perjanjianMu, meruntuhkan mezbah-mezbahMu dan membunuh nabi-nabiMu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku” 1 Raj19:10
Allah tidak tinggal diam, Ia tetap memperhatikan Elia yang sedang patah semangat itu. Ia membiarkan Elia istirahat dan tertidur, kemudian Allah mengirim malaikatNya untuk memberi makan Elia. Allah juga datang  untuk memberikan semangat kepadanya dan memperkuat imannya di gunung Horeb itu. Allah sesungguhnya  tidak akan meninggalkan nabi ataupun umat-Nya yang setia.
*courtesy of PelitaHidup.com
Firman Tuhan kepadanya:”, pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Elisa bin Safat, dari Abel Mehola, menjadi nabi menggantikan Engkau” 1 Raj 19:15-16
Ketika anak-anak Tuhan putus asa dimanapun mereka berada, melalui Yesus Kristus mereka dapat memohon kepada Allah, untuk menerima kekuatan dan semangat agar mampu menghadapi situasi.
Orang yang bersemangat adalah orang yang tidak mau menyerah, dan tidak mau terpengaruh oleh keadaan, sekalipun hal itu kurang baik. Tindakan/perbuatannya tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan.  Mengapa demikian ? Karena, ia memiliki  target dan tujuan yang ingin dicapainya. Orang yang bersemangat akan tetap optimis, mereka percaya karena bersama dengan Allah akan mampu untuk menghadapi setiap kesukaran.
Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” Fil 4:13
Orang yang bersemangat  memiliki iman, tetap percaya pada Firman Allah yang berkuasa. Jadilah orang yang bersemangat dalam hidup ini, apapun kondisi yang sedang terjadi, tetap miliki semangat. Semangat sangat diperlukan untuk memperoleh apa yang ingin kita capai. Karena dengan bersemangat kita akan tetap mengarahkan pandangan kita kepada tujuan, dan ada usaha untuk mencapainya.
.

Untuk menjadi orang yang bersemangat yang selalu optimis, kita memerlukan:

1. Keberanian bertindak untuk mengambil resiko

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi MasalahOrang yang bersemangat  memiliki keberanian untuk bertindak. Siap hidup dan siap mati, mereka tidak takut dan gemetar karena mempunyai ketetapan hati yang mantap. Ingat, bagaimana kisah  Sadrakh, Mesakh dan Abednego ?  Ada sebuah perintah yang telah dibuat bahwa ketika mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi atau alat musik lainnya maka haruslah setiap orang sujud menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar. Mereka tidak mau menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar tersebut.
Dalam Kitab Daniel 3:6 Siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Didapatilah bahwa mereka tidak mengindahkan titah itu, mereka tidak mau memuja dan menyembah patung tersebut. Adalah sebuah ancaman bagi mereka, dengan resiko mereka harus dimasukkan kedalam perapian. Mereka tidak khawatir, cemas dan takut, malah dengan berani untuk menerima hukuman itu. Mereka tetap mempertahankan iman yang  mereka percayai.
Beginilah yang mereka ucapkan kepada raja itu, Daniel 3:17-18 Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memujja dewa tuanku, dan  tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.
Mereka berani berkata tidak dan merekapun berani bertindak menerima hukuman yang sudah ditetapkan itu. Dengan amarah raja itu memerintahkan supaya perapian dibuat tujuh kali lebih panas dari biasanya, dan ketika  mereka dicampakkan kedalam api, mereka tidak terbakar, rambut di kepala mereka tidak hangus, bahkan bau kebakaranpun tidak ada.
Lalu  Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang menyala-nyala itu ; berkatala ia: “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah kemari!” Dan 3:26
Merekapun keluar dengan selamat dari perapian , Tuhan menyertai mereka. Dengan berani mereka mengatakan sekalipun Allah tidak menolong, mereka siap untuk mati   bagi Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam, mereka diluputkan dari panas api itu, mereka tidak terbakar, tidak ada bau hangus, mereka tetap utuh seperti sediakala.
Apabila engkau berjalan melalui api engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” Yes 43:2b
Kalau kita berani bertindak lakukan sesuatu kebenaran, Tuhan pasti menolong, Tuhan juga pasti membela FirmanNya. Jadi, jangan takut, hadapilah setiap persoalan, jangan lari, Tuhan memberi kekuatan agar kita dapat meraih keberhasilan.
.

2.  Sikap tidak mau menyerah

Tidak Mau MenyerahDalam Alkitab ada sebuah cerita tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Perempuan ini sudah diobati oleh berbagai-bagai tabib, namun keadaannya makin memburuk. Perempuan ini tidak putus asa, ia tetap memiliki semangat untuk sembuh. Tatkala ia mendengar berita tentang Yesus Sang Penyembuh itu, iapun berusaha untuk mencari Yesus, sebab ia yakin Yesuslah  yang dapat menolong untuk menyembuhkannya.
Perempuan ini adalah orang yang bersemangat.  Ketika Yesus dalam perjalanan menuju rumah kepala ibadat, ditengah kerumunan banyak orang, perempuan ini berusaha untuk menghampiri Yesus agar menerima kesembuhan dariNya. Perempuan ini tidak mau menyerah, dia tetap memiliki semangat, dia terus berjalan untuk menghampiri Yesus sekalipun ia sedang dalam penderitaan, mungkin ia berjalan tidak seperti orang normal karena penyakitnya itu, jalannya lambat tapi ia terus berusaha untuk maju mendekati Yesus dari arah belakang.
Perempuan ini mempunyai suatu tujuan untuk sembuh, ia memiliki iman, “Karena katanya dalam hatinya:”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat 9:21).  Setelah hal itu dilakukannya iapun menjadi sembuh. Jerih payahnya tidak sia-sia. Ia berhasil, ia sembuh. Setiap orang yang mau mendekatkan diri kepada Yesus tidak akan  menyerah,  tetap berjuang sampai memperoleh apa yang ingin dicapai.
Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu” 2 Taw 15:7
Dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sunggguh-sungguh mencari Dia” Ibr 11:6b
Kalau semangatmu sedang lemah, bangkitlah mencari Tuhan, dengan berdoa, membaca Firman Allah, mengikuti ibadah dan memuji menyembah Dia. Pasti ada kekuatan baru dan upah yang akan diberikanNya, itu janjiNya.
.

3.  Iman yang teguh

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi MasalahRasul Paulus setelah pertobatannya, memberikan  hidupnya untuk  melayani Tuhan, ia memenuhi panggilan Tuhan sebagi salah satu rasul yang ikut menderita bagi Kristus.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Kor 4:8
Aku banyak   berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur;  aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.” 2 Kor 11:27
Dalam mengiring Yesus, Paulus banyak sekali mengalami penderitaan dan aniaya.  Paulus juga mengalami kesedihan, ia ditinggalkan oleh teman-temannya.
Pada waktu pembelaanku yang pertama, tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku, Tetapi Tuhan mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan, Dan Tuhan akan melepaskan aku, dari setiap usaha yang jahat, Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaanNya di Sorga. Bagilah kemuliaan selama-lamanya”. 2Tim 4:16-18
Di Roma pada saat itu sedang terjadi penganiayaan yang hebat, dan tidak ada seorangpun yang berani mengakui mengenal  rasul Paulus. Paulus merasa  kesepian dan kecewa, namun ia tetap merasakan kehadiran Tuhan, yang memberikan kekuatan padanya. Paulus mengakui bahwa ia mempunyai keyakinan yang kokoh,  sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Paulus sanggup menghadapi dan mengatasi segala rintangan sebab ada Tuhan yang selalu memberi pertolongan dan kekuatan baginya. Karena iman yang teguh Rasul Paulus tetap berjuang, dan bahkan setia sampai mati bagi Tuhan.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang Adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” 2 Tim 4:7-8
Apapun keadaan yang kini tengah kita hadapi, kita tidak boleh hilang pengharapan, putus asa atau melepaskan iman saat menghadapi berbagai masalah. Hadapilah semua bersama Tuhan,  kita akan dapat mengalami pengalaman-pengalaman yang baru bersama Tuhan. Setiap Firman Tuhan yang kita butuhkan terjadi atas kita, harus tetap kita percaya, sebab ada firman Tuhan tertulis:
Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah” Maz 89:35
Semua yang Tuhan janjikan itu melalui Firman-Nya, tidak akan ditarik kembali, dan Tuhan tidak mengingkari Janji-Nya itu.  Arahkan pandangan,  pikiran dan hati  kepada FirmanNya, sebab itulah kebenaran yang akan memulihkan kita.  Allah itu sangat baik.
Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” Maz 34:19.
Kita harus percaya pada Firman-Nya. Supaya iman tetap teguh, baca, renungkan dan perkatakanlah Firman Tuhan itu kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain.
Semangat merupakan jalan untuk memperoleh apa yang kita butuhkan. Tetaplah bersemangat, miliki keberanian untuk melakukan Firman Allah, jangan pernah menyerah dan tetap teguh pegang janji Tuhan sampai menjadi sebuah kenyataan. Tuhan memulihkan setiap semangat yang patah. Orang yang bersemangat akan selalu optimis dalam menghadapi setiap persoalan, untuk meraih keberhasilan. Selamat berjuang dan tetap semangat, Tuhan  Yesus memberkati kita semuanya.
.

Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan  kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti  apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” Wahyu 1:3.